PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – MUI Punya ‘Robot Cerdas’, Namanya Mualim

5b0f597f127af-banner-chatbot-mui-mualim_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Majelis Ulama Indonesia atau MUI tak mau ketinggalan tren teknologi. Lembaga ulama nasional itu sudah memiliki robot kecerdasan buatan untuk percakapan atau chatbot. Namanya Mualim. Hadirnya chatbot Mualim diharapkan mempermudah pengguna internet untuk bertanya seputar Islam kepada MUI.

Chatbot Mualim merupakan kerja sama MUI dengan platform pembuat chatbot instan, Eva.id. Chatbot ini juga membuat jangkauan MUI bisa meluas ke warga pengguna internet di Indonesia.

“Ide menghadirkan chatbot Mualim itu supaya MUI lebih dekat dengan umat. Makin mudah untuk mencari informasi,” ujar Pendiri Eva.id, Wira Pradana kepada VIVA, awal pekan ini.

Dia mengatakan, platformnya tidak mengambil profit dengan menciptakan chatbot untuk MUI. Wira mengatakan pembuatan chatbot untuk MUI itu merupakan gerakan sosial saja agar lembaga ulama itu lebih fleksibel dengan umat.

Wira mengatakan, chatbot Mualim sudah termasuk populer. Sebab per harinya sudah ribuan percakapan tanya jawab yang dihasilkan Mualim.

“Hitungnya itu per tanya jawab, per chatbot-nya jawab ke pengguna. Itu dihitung satu percakapan,” jelasnya.

Bicara soal kemampuan chatbot Mualim, Wira menuturkan banyak hal yang bisa dilakukan chatbot ini. Berikut kemampuan chatbot Mualim:

1. Informasi fatwa, taushiyah, rekomendasi, dan berita MUI

2. Informasi fatwa dan opini Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI terkait keuangan dan bisnis syariah

3. Cek nomor sertifikat produk halal

4. Cek kehalalan merek produk

5. Mau daftar sertifikasi halal

6. Belanja produk halal

7. Cek jadwal salat

8. Cari Alquran

9. Cari Hadist

10. Cek masjid terdekat

Bagi warganet yang ingin bercengkerama dengan robot percakapan Mualim, bisa langsung mengakses di Telegram dengan username @Majelisulamabot. Chatbot ini hadir juga di Facebook Messenger, Line dan website MUI. (ren)

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

Jawaban Tjahjo Kumolo di ILC soal E-KTP Tercecer

5a94d5c028598-menteri-dalam-negeri-tjahjo-kumolo-menyampaikan-keterangan-di-gedung-kpk_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, menjamin tidak ada motif kepentingan politik di balik insiden tercecernya sekitar 6.000 lebih KTP elektronik di kawasan Depok dan Salabenda, Bogor, Jawa Barat.

Ia memastikan, perisitiwa yang terjadi Sabtu pekan lalu, hanya kelalaian bawahannya dalam membawa barang yang sifatnya sensitif.

“Saya menjamin dengan tanggung jawab, bahwa ini tidak akan mungkin untuk digandakan dan digunakan untuk kepentingan Pilkada ataupun Pileg,” kata Tjahjo di acara Indonesia Lawyer Club tvOne, Selasa malam, 29 Mei 2018.

Tjahjo akan menerima kritik yang disampaikan publik, termasuk para pimpinan dan anggota DPR. Ini tentu untuk mengevaluasi lembaganya. Apalagi dalam hal ini soal e-KTP ialah merupakan kerahasiaan data penduduk.

“Itu kritik yang membangun untuk kami bisa lebih hati- hati,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa persoalan tercecernya ribuan KTP elektronik sudah tertangani.

Sehingga ia berpendapat, persoalan ini baiknya tidak lagi dibesar-besarkan dan menjadi komoditas politik apalagi telah tersebar viral di media sosial.

“KTP elektronik yang rusak dan terjatuh sudah dibawa semua ke dalam gudang dan aman. Kemudian ini hanya kelalaian saja, tidak ada kesengajaan. Jadi masalahnya sudah clear sudah jernih,” kata Zudan. (ase)

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

Pesan Menggetarkan Salah Usai Dibanting SmackDown Ramos

5af8f9ffb1b9f-bintang-liverpool-mohamed-salah-usai-sabet-sepatu-emas-premier-league_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Mohamed Salah gagal melakoni laga final Liga Champions hingga tuntas karena mengalami cedera serius. Salah keluar lapangan saat laga Real Madrid kontra Liverpool sambil menahan sakit di bahunya.

 Salah hanya tampil 31 menit dalam laga yang berakhir untuk kemenangan Madrid 3-1 atas Liverpool.
 Banyak yang penasaran dan khawatir bagaimana kondisi Salah kemudian. Banyak yang khawatir Salah tak bisa tampil di Piala Dunia bersama Timnas Mesir.

Melalui akun instagramnya, Salah menjawab keraguan itu. Dia yakin bisa tampil di Piala Dunia 2018.

 “Itu adalah malam yang sulit, tapi saya ini seorang pejuang,” kata Salah.
Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

Survei IDM : Elektabilitas Prabowo Unggul Telak dari Jokowi

582d8d83d840a-pertemuan-presiden-jokowi-dan-prabowo_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –  Indonesia Development Monitoring (IDM) membeberkan hasil surveinya terkait Pemilihan Presiden 2019. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di atas Joko Widodo dalam berbagai simulasi.

IDM sejatinya merilis lima nama bakal capres untuk Pilpres 2019. Kelima nama itu dirujuk dari tokoh-tokoh yang sudah melakukan deklarasi maupun diusung parpol. Kelimanya adalah Jokowi, Prabowo, Gatot Nurmantyo, kemudian Rizal Ramli, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Dari lima nama tersebut, hasil Survei mengakui bahwa Prabowo selalu unggul dengan elektabilitas 39,2 persen, disusul Jokowi sebesar 21,3 persen.

“Kami ada lima capres berbasis kesanggupan orang yang sudah mendeklarasikan diri maupun diusung oleh parpol. Prabowo unggul 39,2 persen, kedua Jokowi 21,3 persen, Rizal Ramli 11,1 persen, Gatot Nurmantyo 7,5 persen, dan AHY 4,3 persen,” kata Direktur Eksekutif IDM Ben Firman Tresnadi di Ballroom Ibis Budget, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Mei 2018.

Kemudian, dari lima nama tersebut, IDM kata Firman mengerucutkan menjadi tiga nama. Untuk survei elektabilitas, pertanyaan yang diajukan adalah ‘Jika pemilu diselenggarakan hari ini, siapa dari 3 nama yang akan Anda pilih jadi Presiden?’.

Nama yang muncul kemudian Jokowi, Prabowo, dan Rizal Ramli.? Hasil dari tiga nama tokoh itu, Prabowo unggul dengan skore 45,8 persen, Jokowi 27,1 persen, dan Rizal Ramli 12,5 persen. Sementara simulasi terakhir, bila Jokowi diadu langsung dengan Prabowo, hasilnya Prabowo masih tetap unggul.

“Hasil kalau head to head menurut survei Prabowo unggul 50,1 persen dan Jokowi hanya 29 persen,” lanjut Firman.

Firman mengatakan, dengan modal perolehan suara pada Pilpres 2014 sebasar  62.576.444, Prabowo dicap mampu menjaga konstituennya. Sementara Jokowi dianggap tidak mampu merealisasikan janji-janjinya, sehingga pemilihnya berbelok arah.

Selain survei calon presiden, IDM juga merilis hasil survei terkait sosok calon wakil presiden. Hasilnya, Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan miliki elektabilitas paling tinggi dibandingkan tokoh lainnya dengan 12,6 persen.

Posisi kedua ditempati Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dengan 11,8 persen. Kemudian, ada nama Menko PMK Puan Maharani dengan 9,6 persen.

Selanjutnya, diikuti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 8,7 persen, Gubernur Jakarta Anies Baswedan 7,9 persen, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sebesar 7,8 persen, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini 7,4 persen.

“Tingkat elektabilitas yang tinggi dari Budi Gunawan ini karena berhasil menjawab isu-isu negatif yang secara personal kepada Budi Gunawan selama ini. Dan masyarakat justru menilai Budi Gunawan sebagai korban kampanye politik negatif selama ini,” kata Firman.

Untuk diketahui, survei IDM ini dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling pada 400 kabupaten/kota di 33 provinsi di Indonesia. Responden yang digunakan sejumlah 2.450 orang yang disesuaikan dengan jumlah DPT Pemilu tahun 2014.

Survei dilaksanakan sejak 28 April sampai dengan 18 Mei 2018, dengan margin of error kurang lebih 1,98 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

Polisi Cokok Pria Telanjang Dada yang Ancam Bunuh Jokowi

5b057abdcb2b9-roy-pemuda-yang-ancam-bunuh-presiden-joko-widodo_665_374 (1)

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –  Pria bertelanjang dada yang memaki foto Presiden Joko Widodo telah diamankan aparat Kepolisian. Video pria berwajah oriental itu sempat menjadi viral.

Ternyata, pria itu baru berumur 16 tahun. Dia berinisial S dan tinggal di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Polisi mendatangi kediamannya, Rabu sore, 23 Mei 2018. Dia terpaksa dijemput paksa polisi atas perbuatannya itu.

“Kita bawa tapi beda kendaraan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 23 Mei 2018.

Dia tak sendiri saat diamankan ke Polda Metro Jaya. Orangtuanya ikut mendampingi mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur. Hingga dini hari, S masih berstatus terperiksa.

“Sedang kita dalami ya,” ujar Argo menambahkan.

Sebelumnya, dalam video yang beredar dengan durasi kurang dari satu menit, terlihat seorang pemuda berkaca mata dengan bertelanjang dada melontarkan kata-kata yang mengancam Presiden Jokowi.

Dalam rekaman tersebut, S mau membunuh Jokowi dengan cara menembak sampai memancung kepalanya.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

Jangan Salah, Ini Perbedaan Hiperseksual dengan Doyan Seks

5a65952a92cbd-ilustrasi-seks_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Hiperseksual merupakan kecanduan dalam berhubungan seksual yang bisa merusak hidup seseorang. Hal ini tak jauh berbeda dengan kecanduan pada alkohol atau narkoba.

Tanda-tanda hiperseksual termasuk di dalamnya adalah masturbasi berlebihan, terobsesi pada hubungan seksual hingga tahap mengganggu kehidupan, sering melihat hal-hal berbau pornografi, berselingkuh pada lebih dari satu orang.

Dr. Anand Patel, spesialis fungsi seksual, menjelaskan bahwa dalam sebuah studi menunjukkan 3 hingga 6 persen wanita adalah hiperseksual dengan pria, karena pengaruh kondisi tertentu.

Lantas bagaimana membedakan antara seseorang hiperseksual dan memiliki gairah seksual tinggi? Menurut Dr. Patel, tolok ukur hiperseksual adalah jika aktivitas seks itu mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan rutinitas harian, serta berlangsung hingga lebih dari enam bulan.

“Jadi jangan bingung tentang seseorang dengan gairah seksual tinggi bisa tidur dengan beberapa orang. Banyak orang bisa melakukan ini dan tidak mengganggu kehidupan mereka,” ujarnya dilansir Metro.

Hiperseksual sendiri dibagi dalam tiga elemen klinis yaitu, fantasi seksual berulang, keinginan berhubungan seksual yang mendesak dan berulang, serta kebiasaan seksual berulang.

Siapa pun yang menemukan ciri tersebut dan merasa menderita karena gangguan hiperseksual, sebaiknya temui dokter, dan lakukan pengobatan untuk mengatasinya.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Kisah Ustaz Somad Diusir Orang Kaya di Rumah Makan

5b02c3a656047-uas_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –  Sebagai seorang dai terkenal, Ustaz Abdul Somad, memiliki banyak kisah pahit dalam hidupnya. Yang paling terkesan ialah saat dirinya diusir dari rumah makan.

Cerita Ustaz Somad diusir dari rumah makan itu, sering kali diceritakannya di hadapan para jemaah yang mengikuti ceramah keagamaannya.

Dalam sebuah rekaman video ceramah Ustaz Somad, ulama asal Riau itu dengan gamblang menceritakan kisah hidupnya itu.

Menurut Ustaz Somad, kejadia pengusiran itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, ketika itu Dia sedang makan di sebuah rumah makan.

Tiba-tiba saja, ketika sedang asyik makan, seseorang menghampirinya dan dengan kasarnya menyuruhkan untuk pergi menjauh dari tempat duduknya. Sebab, saat itu ada seorang orang kaya atau pejabat yang akan makan juga di warung makan itu.

“Suatu malam saya makanlah di sebuah rumah makan, sendirian. saya parkir kendaraan, saya pun makan. Tak berapa lama tiba-tiba datang satu pasukan, minggir, minggir, minggir, karena orang besar akan datang. Tiba-tiba saya lihat mobil besar, yang keluar dari mobil itu orang besar-besar semuanya. 85 kilo ke atas. Saya pun minggir lah dari tempat makan nyaman, enak, say apun minggir ke tempat tepi-tepi, lihatlah mereka ketawa cekikikan,” kata Ustaz Somad mengawali cerita seperti dikutip VIVA, Selasa, 22 Mei 2018.

Ustaz Abdul Somad.

Mendapatkan perlakuan itu, Ustaz Somad benar-benar merasa sedih dan memilih tetap bersabar dan melanjutkan makannya meski nafsu makannya mulai sirna.

Saat itu, Ustaz Somad tidak melakukan perlawanan apapun kepada mereka yang telah merendahkannya. Bahkan tak mendoakan orang yang telah berbuat zalim padanya agar celaka.

“Hati saya dalam hati, Ya Allah, tapi saya tak pernah caci maki mereka. Saya tak pernah doakan, ‘Ya Allah tertelanlah tulang matilah dia’ ndak, saya hanya tetap melanjutkan makan, tapi hati saya tersentuh karena malam itu saya diusir sedang makan. Memangnya saya siapa, kenapa mereka mengusir saya,” kata Ustaz Somad.

Namun, apa yang terjadi, setelah beberapa tahun berlalu, sebuah keajaiban didapati, orang yang pernah mengusirnya saat makan, secara tak sengaja dipertemukan kembali oleh Allah. Tapi dalam kesempatan dan kondisi yang berbeda.

Ustaz Somad dan orang itu dipertemukan di sebuah penjara, ketika itu Ustaz Somad hadir sebagai tamu penceramah yang diundang, sedangkan orang yang pernah mengusirnya menjadi penghuni penjara alias berstatus narapidana.

Ustaz Abdul Somad.

“Hari berganti musim berubah, saya diminta ceramah ke lembaga pemasyarakatan, penjara. ‘Ustaz bisa tablig akbar di penjara?’ ‘bisa’. Saya pun masuk ke dalam, kebetulan waktu banyak menerima tamu. Saya lihat di atas lantai semen kasar, tidak pakai penutup tidak pakai alas, pakai kaus oblong, dalam keadaan terhina, orang yang dulu mengejek, menghina, menjatuhkan dan menyepelekan saya,” kata Ustaz Somad.

Melihat kenyataan itu, Ustaz Somad tidak membalas orang itu dengan menghinanya. Malah, Ustaz Somad mengaku terharu dan tersentuh dengan apa yang ditakdirkan Allah kepadanya dan orang itu.

“Saya lihat lama dan tersentuh. ‘Ya Allah, ini yang beberapa tahun lalu mengusir, sekarang duduk di lantai, tidak pakai alas’. Begitulah Allah menjatuhkan derajat begitu pula Allah menaikan derajat, sampai kita pun kasihan,” ujarnya.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Testimoni Eks Polisi Jadi Teroris, Nyaris Dibunuh Saat Dibui

5b000d24d98d4-sofyan-mantan-polisi_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Mantan terpidana teroris Sofyan Tsauri mengaku nyaris dibunuh saat dia berada di penjara. Sofyan menduga, hal itu terjadi akibat adanya tudingan yang menyebut dirinya sebagai intelijen.

Pengalaman pahit itu diungkapkan Sofyan menyusul adanya isu yang kembali menyudutkan dirinya. Salah satunya adalah, ia disebut sebagai perekrut teroris dan bagian dari intelijen.

“Ini sangat fatal karena itu berarti telah menghalalkan darah saya, menghalalkan daripada harta saya akibat tuduhan-tuduhan. Kriminologi dalam Islam, kalau intel itu bisa dibunuh. Nah tuduhan kepada saya itu berarti berkonsekuensi saya bisa terbunuh,” ujar Sofyan saat di temui di kediaman orangtuanya di Jalan Kesenian, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu 19 Mei 2018.

Kekhawatirannya itu bukan tanpa alasan, sebab kata Sofyan, terbukti ketika berada di dalam penjara, nyawanya sempat terancam.

“Ada beberapa ikhwan yang mencoba mencelakai saya. Ada yang mencoba ingin membunuh saya baik dengan mencuri harta saya maupun dengan membunuh dengan cara diracun dan lain sebagainya,” kata Sofyan.

Sofyan juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertugas di Satuan  Brimob melainkan hanya pernah berdinas di Sabhara Polda Metro Jaya sebelum terpapar paham radikalisme dan menjadi teroris hingga ditangkap polisi.

“Sambilan menjadi seorang ustaz, seorang dai yang mengajak kepada orang untuk taat kepada Allah dan rasul. Hanya itu saja tidak ada yang lain. Saya bukan anggota Brimob, ini fitnah. Saya juga bukan intelijen, saya enggak pernah di intelijen,” kata dia.

Berbicara di tvOne pada Minggu malam, 20 Mei 2018, Sofyan kembali tak terima dituding sebagai mata-mata polisi yang menggerakkan teroris. Dia mengingatkan bahwa paham radikal itu memang ada dan bukan konspirasi seperti yang dituduhkan kalangan tertentu.

Untuk diketahui, Sofyan Tsauri sempat menjalani hukumannya atas kasus terorisme selama 15 tahun penjara. Dia baru menghirup udara bebas pada tahun 2015, sekira bulan Oktober silam.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Ustaz Somad Bongkar Rahasia ISIS, Ternyata Bukan Islam

5afda098102f1-ustaz-abdul-somad_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dalam sepekan ini, kelompok pengikut teroris dunia yang bercokol di Indonesia, tergabung dalam sel-sel Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT, melakukan serangkaian serangan teror ke beberapa lokasi di sejumlah wilayah, korbannya cukup banyak, baik yang wafat maupun yang terluka.

Meski demikian, ada sebanyak 17 orang yang ikut dalam serangan teror itu tewas. Diketahui, serangan teror terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Markas Polrestabes Surabaya, Polda Riau dan ledakan bom rakitan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama ini, para pelaku peledakan bom dan penyerangan mengklaim diri mereka berjihad atas nama Allah. Dan mereka menyebut semua pihak yang diserang sebagai kaum kafir.

Tak cuma membunuh, kelompok ini juga sering melakukan propaganda seolah apa yang mereka lakukan ada dalam ajaran Islam. Padahal, sebenarnya Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.

Sejak kemunculan kelompok teroris sel ISIS, mungkin tak banyak yang tahu, siapa mereka sebenarnya. Karena, diketahui selama ini mereka selalu membawa panji-panji Islam dalam kejahatannya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, ISIS bukan lahir dari Islam, dan bukan masuk dalam golongan orang Islam, mereka sebenarnya secara tak langsung dibentuk oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan Ustaz Somad memastikan ISIS sudah keluar dari ahli sunnah.

Dalam sebuah kesempatan berceramah yang diunggah di akun Youtube, Ustaz Abdul Somad dengan gamblang membongkar kedok rahasia teroris ISIS sebenarnya.

“ISIS bagi yang mau mencari, tulisan Arabnya, DAIS, Daulah Alislamiyah Iraq Suriah. Atau bahasa Inggrisnya dijuluki Islamic State in Iraq and Syria,” kata Ustaz Somad seperti dikutip VIVA dari rekaman berdurasi kurang dari tiga menit itu.

Somad mengatakan, ISIS sudah keluar dari ahli sunnah karena tiga sebab penting.

Pertama, kata Ustaz Somad, petinggi utama ISIS, yaitu Abu Bakr Al Baghdadi, mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau khalifah.

“Dalam Islam, khalifah tidak mengangkat dirinya sendiri, Abu Bakar tak mengangkat dirinya, sahabat membait Abu Bakar. Begitu, Ali tak pernah mengangkat dirinya, setelah Usman meninggal, sahabat membait Ali. Abu Bakr, enggak. ‘Kalian membait aku, siapa yang tak membait aku, kafir’.Dibacakannya hadis, ‘siapa yang mati, tidak membait, matinya mati jahiliah’. Itu kesalahan fatalnya yang pertama,” kata Somad.

Kedua, ISIS merupakan kelompok yang menganut keyakinan takfiri. Dan keyakinan itu tidak ada di ahli sunnah.

“Mereka mengkafirkan semua yang tak sekeyakinan dengan dia, ini yang disebut dengan keyakinan takfiri. Syiah itu takfiri, ISIS juga sama takfiri. Siapa yang tidak ikut kepada ISIS, kafir halal darahnya. Maka keyakinan takfiri itu bukan ahli sunah,”ujarnya.

Yang ketiga, kata Ustaz Somad, kekejaman yang dilakukan ISIS di dunia ini, didapatkan dari tentara Amerika. Bukan Islam.

“Cara-cara dia menyiksa, itu bukan cara-cara Islam, tapi lebih pada yang dilakukan oleh Guantanamo, orang-orang yang telah dilatih lama oleh tentara Amerika,” kata Somad.

Dengan banyak alasan itu, menurut Ustaz Somad, sangat layak jika orang menyebut ISIS merupakan boneka buatan Amerika dan sekutunya. Bukan dari Islam.

“Maka bukan isu orang bilang ini bentukan Amerika, Eropa, Israel. Tapi masalah ISIS jangan baca koran. Karena koran itu yang betul cuma dua, harga sama tanggal. Karena beritanya dari Reuters, Reuters itu kantor berita Yahudi, maka bacalah Website ulam yang terpercaya, di antaranya Syah Yusuf Alkadarawi, beliau memfatwakan ISIS itu bukan Islam. Tapi bentukan,” kata dia.

Ustaz Somad menceritakan, perperangan yang terjadi saat merupakan pertempuran antara dua kelompok, yakni Syiah dan ahli sunnah.

“Yang terjadi sekarang itu perang antara dua, Syiah dengan rezim Bashar Al Assad didukung oleh Iran dan Suriah. Kenapa Iran mendukung, karena keluarga Assad itu ayahnya partainya, Partai Hisbulbaas, Partai Hisbulbaas itu PKI-nya, kalau di tempat kita,” kata Somad menceritakan.

“Makanya Suriah itu didukung oleh Rusia, kemudian didukung oleh Syiah karena agamanya Syiah Nusairiah ini, berkonflik dengan ahli sunah, ahli sunnah itu jabaah nusra, semua ahli sunah bergabung di kelompok ini. Jadi pertempuran itu antara dua, antara Syiah dengan ahli sunnah,” ucap Somad melanjutkan.

“Nah datang ISIS di tengah abu-abu, ini yang merusak, akhirnya semua orang yang ke Suriah, dituduh bergabung dengan ISIS, padahal ISIS itu hanya merusak. Jatuh bantuan, jatuh senjata, tiba-tiba bisa jatuhnya ke kamp ISIS, Amerika itu bukan bodoh, bisa pula salah jatuh ke bawah, ya ahli. Oleh sebab itu maka, pendapat ulama yang terpercaya ISIS bukan Islam,” kata Somad.

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jenguk Cucunya Selamat, Ayah Tak Sudi Lihat Jenazah Teroris

5afbfee65ba71-sejumlah-polisi-berjaga-di-pintu-masuk-mapolrestabes-surabaya_665_374

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Bocah perempuan korban bom bunuh diri di markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, AAP (8) dijenguk oleh kakek dan pamannya dari garis ibu di RS Bhayangkara Markas Polda Jatim di Surabaya pada Rabu, 16 Mei 2018. Namun kakek AAP tak sudi melihat jasad kedua orangtua AAP, yakni TM dan TE.

AAP adalah anak ketiga dari pasangan suami istri TM-TE, terduga pelaku bom bunuh diri di pintu masuk Polrestabes Surabaya pada Senin pagi, 14 Mei 2018. Saat itu, pasutri itu membawa ketiga anaknya jadi martir. Dua abang AAP, MDS dan MDA juga ikut tewas. Ajaib, hanya AAP yang selamat dan hanya menderita luka tak parah.

AAP mampu berdiri beberapa detik setelah ledakan. Dia langsung digendong oleh AKBP Roni Faisal lalu dilarikan ke rumah sakit. Sampai sekarang, bocah perempuan itu masih dirawat di RS Bhayangkara Markas Polda Jatim. Ia siuman dan bisa diajak berkomunikasi sejak kemarin, Selasa, 15 Mei 2018.

“Tadi paman dan kakeknya datang dan menjenguk anak ini (AAP),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Media Center Markas Polda Jatim Jalan A.Yani Surabaya.

Tak Mengakui Anak

Sebetulnya, lanjut Barung, kakek dan paman AAP juga diperlukan kedatangannya untuk menyempurnakan identifikasi jenazah TE, ibu dari AAP yang tewas saat melakukan aksi bom bunuh diri. Diketahui, 13 jenazah bomber Surabaya termasuk TE diautopsi dan menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Namun jangankan melihat jenazah TE, Barung mengistilahkan kakek dan paman AAP tak rela akui jenazah dua orang rua AAP itu sebagai anak.

“Tidak mengakui anaknya, bagaimana lagi,” kata Barung.

Sampai sekarang, terang Barung, belum ada satu pun orang yang datang ke RS Bhayangkara mengaku sebagai anggota keluarga atau kerabat dari jenazah bomber Surabaya. Tiga jenazah terduga teroris itu masih berada di RS Bhayangkara dan belum dimakamkan. (ren)

 

Sumber: Viva
Akb – rifanfinancindo