Rp 6 Triliun Dikucurkan BNI Kredit untuk Sawit Sumbermas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengucurkan kredit Rp 6 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS.

RIFAN FINANCINDO
Masukkan keterangan

Perjanjian kerja sama kredit ini menjadi salah satu penopang rencana Manajemen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk untuk mengembangkan usaha perkebunannya pada 2017.

Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.

Bidang-bidang kerja samanya antara lain penyimpanan dan pengelolaan dana dalam bentuk produk-produk perbankan yang disiapkan BNI, penggunaan fasilitas Integrated Cash Management antara lain BNI Direct hingga BNI e-tax, serta layanan corporate card dan individual card.

Dia menuturkan, perkebunan kelapa sawit merupakan subsektor pertanian yang prospektif. Apalagi Indonesia dan Malaysia berkontribusi 86 persen dari pasokan seluruh minyak sawit dunia.

Permintaan terhadap minyak sawit juga berpotensi terus meningkat karena minyak sawit mentah (CPO) digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Mandatory konversi minyak fosil ke minyak nabati di Amerika Serikat, Afrika dan Indonesia akan meningkatkan permintaan CPO.

“Kelapa sawit juga paling efisien dan produktif dibanding minyak nabati lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama  Vallauthan Subraminam mengatakan, perseroan ingin terus menambah luas lahan perkebunan sawit dari seluruh areal lahan yang saat ini mencapai hampir 100 ribu hektar (ha).

“Kami akan terus mencari peluang untuk meningkatkan dan mengembangkan area cadangan lahan dan area tertanam,” kata Vallauthan.

Dia menuturkan, sebagian besar tanaman kelapa sawit yang dimiliki perseroan sudah akan memasuki tahun puncak produksi. “Kami selalu optimis bahwa profil tanaman yang kami miliki akan mendukung peningkatan produksi TBS untuk beberapa tahun ke depan,” ungkap dia.

Dia menyatakan, perseroan juga berharap sudah bisa mulai membangun dua lagi pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Tengah pada 2017.‎ Selain itu, perseroan juga akan terus melanjutkan rencana-rencana penanaman baru di atas lahan yang telah dimiliki.

Bahkan, pada tahun ini SSMS ini telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 350 miliar yang akan digunakan untuk mewujudkan rencana penanaman baru tersebut. Selain untuk mendanai penanaman baru, capex sebesar itu juga akan dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan dana mengembangkan infrastruktur pabrik kelapa sawit (PKS).

‎Vallauthan menjelaskan, pihaknya sudah memantapkan rencana pengembangan lahan kebun seluas 13 ribu ha hingga 15 ribu ha dalam tiga tahun ke depan. “Biayanya sekitar US$ 6.000 per hektar. Merupakan cost of maturity,” lanjut dia.

Perseroan juga telah memasang target peningkatan produktivitas yang signifikan tapi tetap realistis dalam 3 tahun ke depan. Pada 2017 misalnya, perseroan telah mematok target peningkatan produktivitas hingga mencapai rata-rata 22 ton per hektar, naik 2 ton per hektar dibanding 2016 lalu.

“Yang jelas, penambahan lahan akan terus dilakukan, tentunya dengan target peningkatan produktivitas. Sebab, usia tanam kita beda-beda. Mulai dari tanaman sawit 2006 sampai 2016 masih ditanam. Tapi ada dua kebun kita sekarang yang sudah mencapai 28 ton-30 ton per hektar,” kata dia.

‎Dengan harga crude palm oil (CPO) yang terus membaik di tengah iklim yang juga telah bersahabat dengan binis sawit, dirinya yakin kinerja perseroan akan ikut semakin baik.

“Fundamental bisnis kami sudah kokoh. Karena itu, kami sangat optimis, ke depan nanti SSMS akan berkembang menjadi salah satu perusahaan perkebunan sawit yang akan sangat diperhitungkan,” tutur dia.

Vallauthan menjelaskan, harga CPO tahun ini hampir pasti akan tetap pada kisaran yang positif. Kebutuhan CPO dari negara-negara di kawasan Asia, khususnya Cina dan India, diprediksi meningkat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dari industri-industri oleokimia dan biodiesel.

Saat ini, Perseroan mengoperasikan 6 unit pabrik kelapa sawit, masing-masing di daerah Sulung, Natai Raya, Suayap, Selangkun, Malata dan Nanga Kiu yang secara rata-rata memiliki kapasitas produksi minyak sawit mentah sebesar 1.800 metrik ton per hari, dengan utilisasi tak kurang dari 60 persen.

Luas lahan sawit Perseroan di Kalimantan Tengah per September 2016 mencapai 95.770 hektar dengan lahan tertanam per September 2016 lalu mencapai 68.479 hektar.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Kenaikan Pajak Rokok Tak Berdampak pada Inflasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kenaikan tarif pajak penambahan nilai (PPN) rokok tidak akan mendorong kenaikan inflasi. Kenaikan tarif ini dinilai sangat kecil dan tidak akan berpengaruh besar pada in‎flasi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan kenaikan tarif PPN pada rokok hanya sebesar 0,4 persen, yaitu dari 8,7 persen menjadi 9,1 persen. Hal ini dinilai tidak akan berdampak pada inflasi meski konsumsi rokok cukup tinggi.

“Tidak (berdampak ke inflasi), kecil ah. Itu kan dari 8,7 persen‎ ke 9,1 persen, naik 0,4 persen,” ujar dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Dia menjelaskan, selama ini tarif PPN rokok tidak berada di bawah PPN produk lain seperti makanan dan minuman. Dengan kenaikan tarif ini akan membuat PPN rokok setara dengan tarif PPN produk-produk lain.

“Kalau beli teh botol bayar PPN nggak? Bayar, pakai cara pajak masukan dan pengeluaran. Tapi kan untuk ‎rokok tidak pakai pajak masukan dan pengeuaran. Dia diambil di ujung. Itu tarif pajak yang comparable dengan 10 persen itu 9,1 persen. Dia setara,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 207/PMK.010/2016 tentang Tata Cara Perhitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Atas Penyerahan Hasil Tembakau. Aturan ini menetapkan besaran tarif PPN rokok naik menjadi sebesar 9,1 persen per 1 Januari 2017.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan(Kemenkeu) di Jakarta, Senin (9/1/2017), PMK 207/2016 merupakan perubahan atas PMK 174/PMK.03/2015. Dalam PMK 174 Tahun 2015 sebelumnya, tarif PPN atas penyerahan hasil tembakau atau rokok ditetapkan 8,7 persen.

“Besar tarif efektif PPN atas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (penyerahan hasil tembakau) ditetapkan 9,1 persen,” bunyi Pasal 4 PMK 207/2016.

Peraturan menteri ini mulai berlaku pada 1 Januari 2017. Beleid tersebut ditandatangani oleh Sri Mulyani dan diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana tertanggal 28 Desember 2016. (Dny/Gdn)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tunjukan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Peserta Bisa Dapat Diskon

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Peserta BPJS Ketenagakerjaan banyak mendapatkan manfaat lebih di luar jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Salah satunya adalah dengan memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan peserta bisa mendapat potongan harga di merchant, tenant atau jasa lainnya yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, kartu BPJS Ketenagakerjaan milik peserta kini memiliki manfaat lebih dengan adanya program Co-Marketing. Program ini memungkinkan peserta mendapatkan potongan harga.

“Mungkin bagi peserta, kartu BPJS Ketenagakerjaan hanya digunakan untuk melakukan klaim jaminan, tapi sekarang peserta bisa mendapatkan diskon di hotel, belanja, pesawat, jasa servis motor dan berbagai keuntungan lainnya,” kata Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Caranya pun mudah. Agus mengatakan, peserta hanya tinggal menunjukan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan diskon.

“Hanya dengan memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, peserta akan mendapatkan potongan harga untuk semua transaksi pembelian produk atau jasa dari perusahaan yang sudah memiliki kerjasama Co-Marketing dengan BPJS Ketenagakerjaan,” tambah dia.

Program ini merupakan kerja sama promosi dan penjualan dari produk atau jasa yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari kerjasama tersebut diharapkan dapat menguntungkan semua pihak.

Adapun besaran diskon variatif menyesuaikan kebijakan perusahaan mitra. Dia bilang, kisarannya sekitar 15 persen hingga 70 persen.

Untuk diketahui, sampai Desember 2016 terdapat 411 merchant yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti Aston Internasional, Swiss Bell Hotel, Garuda Indonesia.

“Semoga dengan adanya manfaat keseharian ini, peserta diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal, ini untuk menjamin pelayanan dan manfaat terbaik dapat diberikan untuk mewujudkan kesejahteraan menyeluruh bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutup dia. (Amd/Gdn)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Indonesia Punya 640 Titik Harta Karun di Bawah Laut

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) menyatakan ada 640 titik kapal tenggelam di perairan Indonesia.

Lokasi ini menyimpan harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dengan potensi nilai menggiurkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP, Sjarief Widjaja mengungkapkan, ada 640 titik kapal tenggelam di seluruh Indonesia. Sebanyak 322 titik sudah dinyatakan berpotensi besar. Lokasi dengan harta karun tersebut bukan hanya diketahui oleh pemerintah Indonesia, tapi juga negara lain.

“Kapal-kapal tenggelam ini sebetulnya milik Dinasti Ming misalnya, atau negara lain seperti Belanda, Australia, dan lainnya. Mereka pasti punya data kapalnya tenggelam di mana. Jadi ini adalah warisan budaya milik bersama atau dunia,” jelas dia di kantornya, Jakarta, ditulis Sabtu (7/1/2017).

Dia menambahkan, PSDKP KKP akan memetakan, mengidentifikasi secara elektronik titik-titik yang menyimpan harta karun bawah laut tersebut.

Digunakan teknologi canggih untuk menangkap sinyal adanya gerakan mencurigakan para pencuri.

“Kita coba deteksi titik-titik harta karun itu supaya tidak dijarah lagi. Karena beberapa daerah, seperti Kepulauan Natuna, Pulau Anambas, Pantai Timur Sumatera, dan Pantai Utara Jawa banyak titik BMKT,” kata Sjarief.

Sementara itu, Kasubdit Pengawasan Produk dan Jasa Kelautan KKP Halid Yusuf mengatakan, BMKT yang sudah diangkat sekitar lebih dari 300 ribu jenis atau item harta karun dan disimpan di Warehouse BMKT Cileungsi mencapai nilai miliaran rupiah.

“Tapi itu kan perhitungan nilai BMKT di 2011, sekarang kan sejak saat itu tidak dihitung lagi. Jadi kita tunggu Peraturan Menteri Keuangan terkait perhitungan estimasi berapa nilai BMKT yang sudah diangkat tersebut,” terangnya.

Halid mengatakan, pemerintah melalui KKP rencananya bakal mengangkat harta karun atau BMKT di Natuna pada tahun ini.

“Kita masih menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) izin lokasi, izin pengangkatan, dan izin pengelolaan disahkan pemerintah awal tahun ini. Karena RPP itu menjadi acuan kegiatan pengangkatan,” ia menerangkan.

Sementara Selayar dan Bangka Belitung, ucap Halid menjadi prioritas pengawasan PSDKP tahun ini dari ancaman penjarahan. KKP menggandeng aparat terkait, TNI AL, Polisi Air, dan Bakamla dalam pelaksanaan program tersebut.

“Memang pengangkatan BMKT hanya di lokasi yang potensi rawan dijarahnya tinggi, seperti Natuna, Selayar, dan Bangka Belitung. Kalau yang kerawanannya rendah dan kedalamannya tinggi, kita jadikan situs bawah air,” jelas Halid.

Lebih jauh dikatakan, estimasi anggaran pengangkatan harta karun oleh pemerintah diperkirakan Rp 4 miliar di satu lokasi pengangkatan. Anggaran tersebut lebih rendah dibanding perhitungan swasta untuk pengangkatan harta karun bawah laut yang mencapai US$ 4,5 juta-6,5 juta.

“Kalau pemerintah yang ngangkat kan bisa lebih efisien sesuai kesanggupan anggaran. Kalau perhitungan swasta US$ 4,5 juta-6,5 juta kan lebih mahal untuk sewa kapal, bayar arkeolog yang menyelam, biaya angkut dari laut ke darat,” Halid menuturkan.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Menhub Cek Proyek LRT Jabodetabek, Ini Hasilnya

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah meninjau kemajuan pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodetabek. Hasilnya, pembangunan kereta rute Cawang-Cibubur (14,5 Kilometer) sudah mencapai 17 persen dan diapresiasi karena menggunakan teknologi precast yang baru dipakai oleh beberapa negara di Asia.

Dalam kunjungan kerja ke proyek LRT KM 13 Tol Jagorawi yang digarap PT Adhi Karya Tbk, Menhub Budi Karya didampingi Direktur Utama (Dirut) Adhi Karya, Budi Harto, dan Anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan, Minggu sore (8/1/2017).
Adhi Karya membangun LRT tahap I rute Cibubur-Cawang 14,5 Km, Bekasi Timur-Cawang 17,5 Km, dan jurusan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 Km.
Menhub Budi Karya usai meninjau proyek LRT Jabodetabek mengapresiasi kerja Adhi Karya sebagai kontraktor proyek jumbo senilai Rp 23,81 triliun. Dia cukup kagum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menggunakan teknologi anyar, precast.
“Apa yang dilakukan Adhi Karya baik karena ada satu teknologi baru, namanya precast dengan bentang 30 meter. Teknologi ini baru ada di beberapa negara Asia, seperti China, Hong Kong, Singapura, Jepang, yang lain belum,” terangnya.
“Jadi saya pikir kita lebih maju dan melompat dengan satu teknologi baru ini. Ini adalah langkah yang bagus,” tambah Budi Karya.
Selain lintas atau jalur kereta menggunakan struktur U-Shaped Girder, kata Budi Karya, Adhi Karya juga akan membangun keperluan fiber optic untuk kebutuhan telekomunikasi.
“Jadi secara teknis prestasi pembangunan 12 persen, diharapkan konstruksi LRT selesai pada pertengahan 2018. Kita masih punya waktu kurang lebih 8 bulan untuk menyelesaikan instalment, rolling stock, dan lainnya,” terang Mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, kemajuan pembangunan jalur LRT rute Cibubur-Cawang telah mencapai 17 persen, rute Bekasi Timur-Cawang 12 persen, dan rute LRT dalam kota Cawang-Dukuh atas masih kecil 1 persen-2 persen.
“Progres pembangunan LRT itu telah menghabiskan anggaran Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun, tapi itu termasuk yang Bekasi ya terserapnya. Itu anggarannya dari internal dan sindikasi perbankan,” jelasnya.
Budi Harto menargetkan dapat mengerjakan konstruksi LRT secara bertahap dengan kemajuan 35 persen-40 persen sampai akhir 2017. “Sampai akhir 2017, target pengerjaan 35 persen-40 persen,” tandasnya.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Proyek Pemerintah Mandek, Rasio Kredit Bermasalah Bank Jatim Naik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menyesalkan banyak proyek-proyek pemerintah yang mandek. Hal ini mempengaruhi kinerja kredit perusahaan.

Direktur Utama Bank Jatim ‎R Soeroso mengaku angka rasio kredit bermasalah (NPL) gross Bank Jatim selama 2016 tercatat meningkat‎ menjadi 4,77 persen dari tahun 2015 sebesar 4,29 persen.

“NPL tinggi saya pikir semua tahu, kredit kami di korporasi terutama kontraktor banyak mendapatkan proyek dari pemerintah dan BUMN. Itu banyak proyek yang tidak terselesaikan,” kata Soeroso di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Senin (9/1/1017).

Tak hanya itu, beberapa perusahaan yang menjadi kliennya juga menunda pembayaran. Soeroso mengakui, hal itu cukup membebani perusahaan.

Untuk mengantisipasi hal itu, Bank Jatim telah memilahkan beberapa proyek yang dikiranya masih berpotensi. “Kalau kiranya sudah tidak bisa diharapkan, ya kita akan masukkan dalam CKPN, supaya tidak mengganggu kinerja 2017,” tegas dia.

Seperti diketahui, Bank Jatim mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,03 triliun atau tumbuh 16,25 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja ini paling banyak ditopang dengan kinerja penyaluran kredit perusahaan. Tercatat kredit Bank Jatim tumbuh 4,45 persen (YoY) atau sebesar Rp 29,67 triliun.

“Di tengah-tengah kondisi perekonomian global yang masih belum stabil pada 2016, apa yang kita capai ini menjadi sebuah prestasi tersendiri,” kata Soeroso.

Soeroso menambahkan pertumbuhan kredit di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi fokus perusahaan tumbuh sebesar  Rp 4,55 triliun. Di sektor kredit, penyumbang terbesar berasal dari kredit konsumsi sebesar Rp 19,8 triliun atau tumbuh 8,89 persen. (Yas)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

Bank Mandiri Tampung Dana Repatriasi Tax Amnesty Rp 23 Triliun

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Bank Mandiri menghimpun dana repatriasi sebesar Rp 23 triliun hingga 31 Desember 2016 atau batas akhir periode II program pengampunan (amnesti) pajak atau tax amnesty. Perhitungan pencapaian perolehan dana repatriasi melalui Bank Mandiri ini masih terus berjalan.

Dari nilai tersebut, posisi dana repatriasi  ditempatkan dalam bentuk produk perbankan seperti tabungan dan deposito yang mencapai 53%, dan sisanya ditempatkan dalam produk keuangan lainnya seperti bonds, sukuk, reksa dana dan produk asuransi.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menyebutkan Bank Mandiri terus memperkuat komitmen dalam mendukung pemerintah menyukseskan program amnesti pajak dan program reformasi di bidang perpajakan secara keseluruhan.

“Salah satunya, adalah melalui pengoperasian 235 kantor cabang pada Sabtu, 31 Desember 2016, untuk menerima pembayaran setoran dana tebusan dan penempatan dana repatriasi amnesti pajak,” kata Rohan Selasa (3/1/2017).

Selanjutnya, Bank Mandiri akan terus mengawal pelaksanaan proses amnesti pajak tahap ketiga yang  berlangsung hingga akhir Maret 2017, antara lain melalui pembukaan klinik-kinik amnesti pajak bagi nasabah dan masyarakat umum, serta sosialisasi melalui produk-produk promosi korporasi.

Guna mendukung program amnesti pajak, Rohan menuturkan, Bank Mandiri telah menyiapkan berbagai instrumen penampung dana repatriasi secara Mandiri Group, seperti produk treasury, asset management, pasar modal, capital/venture funds, hingga produk asuransi, serta instrumen non keuangan lainnya.

Adapun untuk mengakses produk-produk investasi tersebut, wajib pajak peserta program amnesti pajak dapat menghubungi call center Bank Mandiri di 14000, serta jaringan amnesti pajak Bank Mandiri di 58 outlet prioritas, 1.460 kantor cabang di seluruh Indonesia dan 7 jaringan kantor luar negeri sebelum berakhirnya program pengampunan pajak.‎ (Yas)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

18,9 Juta Pelanggan Mampu 900 VA Ikut Tarif Listrik Penyesuaian

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Tarif listrik 18,9 juta pelanggan golongan 900 Volt Ampere (VA) akan naik turun setelah seluruh subsidinya dicabut pada Juni 2017. Sebelumnya 18,9 juta pelanggan golongan 900 VA tersebut sudah alami pencabutan subsidi listrik pada Januari 2017.

‎Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, 18,9 juta pelanggan yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) tersebut akan mengikuti sistem tarif penyesuaian (adjustment)‎. hal itusetelah tahapan pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan  900 VA selesai.

Dengan begitu, tarif listriknya akan berubah setiap bulan. Perubahan tarif itu mengacu pada formula pembentukan harga antara lain harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), kurs dolar Amerika Serikat dan inflasi.

“Supaya mereka kalau ada penurunan bisa mendapatkan, seperti sekarang Januari 2017 turun,” kata Jarman, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Saat masih mendapat subsidi, golongan 900 VA membayar Rp 585 untuk setiap konsumsi listrik per kilo Watt hour (kWh), dibantu dengan subsidi pemerintah Rp 875 kWh. Dengan rata-rata konsumsi listrik 125 kWh per bulan maka tagihannya Rp 74.740 per bulan.

Dengan dicabutnya subsidi listrik tersebut, mulai 1 Januari 2017 maka tagihannya Rp 1.450 per kWh‎, karena seluruh beban konsumsi ditanggu pelanggan. Atas konsumsi rata-rata 125 kWh perbulan maka tagihan yang dibayar mencapai Rp 185.794 per bulan.

Namun, pencabutan subsidi listrik tersebut dilakukan bertahap, sebagai berikut:

Tahap pertama pencabutan subsidi dilakukan pada periode Januari-Februari. Dengan begitu tagihan pembayaran listrik naik menjadi Rp 98 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 74.740 per bulan.

Kemudian tahap kedua, pencabutan subsidi listrik dilakukan pada Maret-April 2017. Pada pencabutan tahap kedua‎ tarif listrik naik menjadi Rp 130 ribu per bulan dari Rp 74.740 per bulan

Pada pencabutan tahap ketiga dilakukan  Mei-Juni 2017, tagihan bayar  listrik bertambah menjadi Rp 185.794 per bulan dari Rp 130 ribu. Tahap ketiga merupakan tahap terakhir pencabutan subsidi. ‎

Setelah pencabutan subsidi listrik tuntas pada Juni 2017, pembayaran bulan berikutnya  pelanggan listrik  900 VA yang mengalami pencabutan subsidi akan menggunakan skema tarif adjustment.

 

 

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Dandan Mirip Taylor Swift, Wanita Ini Raup Rp 135 Juta

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Memiliki paras mirip selebriti mampu memberikan keberuntungan sendiri bagi wanita satu ini. Olivia Sturgiss, seorang wanita asal Australia memiliki wajah layaknya penyanyi terkenal Taylor Swift. Tanpa disangka, hal ini justru bisa memberinya penghasilan dalam jumlah besar.

Seperti dilaporkan Dailymail.co.uk, Selasa (3/1/2016), karena wajahnya yang mirip Taylor Swift, Olivia sering diminta untuk berdandan seperti penyanyi terkenal ini. Namun tak hanya sampai di situ. Dari debut ‘samarannya’ wanita ini bisa meraup US$ 10 ribu atau Rp 135 juta dari tiap penampilannya.

Wanita satu ini memang pintar memadupadankan penampilannya agar semakin mirip dengan Taylor Swift. Lipstik merah dan eyeliner juga tak lupa dipakainya agar semakin serupa dengan pelantun lagu Shake It Off tersebut.

Selain itu, Olivia juga sering diminta foto oleh para fans Taylor Swift. Ketika sedang bepergian banyak orang yang memberhentikan dirinya dan memintanya berpose.

“Kemarin saja saya hitung ada sekitar enam kali,” ungkap Olivia.

Dari banyaknya permintaan dirinya agar bisa berakting mirip Taylor Swift, wanita ini mengaku bisa meraup untung yang besar. Dalam wawancaranya dengan stasiun TV Australia, Olivia mengaku penghasilannya bisa mencapai US$ 1 juta selama setahun.

Wanita 20 tahun ini juga mampu mendulang popularitas lewat media sosialnya. Tercatat, hingga kini ia mampu mendapat pengikut di akun instagram hingga 50 ribu orang.

 

 

 

Sumber – liputan6.com
rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tarif Listrik 12 Golongan Turun per Januari 2017, Cek Daftarnya

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Sebanyak 12 golongan tarif tenaga listrik yang mengikuti mekanisme Tariff Adjustment (TA) turun pada Januari 2017. Penurunan harga ICP (Indonesian Crude Price) menjadi salah satu indikator turunnya tarif listrik.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan selain ICP, ada faktor lain yang menyebabkan turunnya tarif listrik . Termasuk biaya pokok produksi (BPP) yang juga turun, walaupun di sisi lain nilai tukar rupiah melemah.

Made menjelaskan nilai tukar rupiah pada November 2016 melemah sebesar Rp 293,26 per dolar AS dari Oktober 2016 sebesar Rp 13.017,24 menjadi Rp 13.310,50 per dolar AS.

Sementara harga ICP pada November 2016 turun US$ 3,39 per barel, dari sebelumnya sebesar US$ 46,64 per barel menjadi US$  43,25 per barel.

“Sementara itu, inflasi pada November 2016 naik 0,33 persen. Dari Oktober 2016 sebesar 0,14 persen menjadi 0,47 persen,” ujar dia di Jakarta, Senin (2/1/2017).

Menurut Made, penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28/2016.

Permen ini menyatakan penyesuaian diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika, harga minyak, dan inflasi bulanan.

“Dengan mekanisme TA, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan perubahan ketiga indikator tersebut,” kata dia.

Akibat dari perubahan nilai ketiga indikator ini, ucap Made, tarif listrik pada Januari di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp 1.467,28 per kWh, tarif listrik di Tegangan  Menengah (TM) menjadi Rp 1.114,74 per kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT)  menjadi Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus menjadi Rp 1.644,52 per kWh.

“Penyesuaian tarif bulan ini termasuk stabil. Penurunan rata-rata sebesar Rp 6,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, TTL terdiri atas 37 golongan tarif. Dua belas golongan tarif yang diberlakukan mekanisme Tariff Adjustment adalah tarif yang tidak disubsidi pemerintah. Kedua belas golongan tarif tersebut adalah sebagai berikut:

1.     R1        Rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 1300 VA
2.     R1        Rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA
3.     R1        Rumah tangga menengah di tegangan rendah, daya 3500 sd 5500 VA
4.     R3        Rumah tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas
5.     B2        Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA
6.     B3        Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA
7.     P1        Kantor pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA
8.     I3          Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA
9.     I4          Industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas, dan
10.  P2        Kantor pemerintah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA
11.  P3        Penerangan jalan umum di tegangan rendah, dan
12.  L          Layanan khusus. (Dny/Nrm)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA